Mahasiswa UNRI Sulap Limbah Buah Jadi Eco-Enzyme, Dilengkapi Aplikasi Setor Limbah Berbasis Poin

  • Eka
  • Jumat, 04 September 2026 - 16:24 WIB
Mahasiswa UNRI Sulap Limbah Buah Jadi Eco-Enzyme, Dilengkapi Aplikasi Setor Limbah Berbasis Poin

PEKANBARU,RZ – Limbah buah yang selama ini kerap berakhir sebagai sampah kini dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan oleh mahasiswa Universitas Riau (UNRI) melalui inovasi Eco-Enzyme Center. Inovasi tersebut melahirkan produk eco-enzyme bernama ZymeGo yang dipadukan dengan sistem digital melalui ZymeGo Application.

Gagasan ini berangkat dari persoalan limbah organik yang banyak dihasilkan rumah tangga, pedagang buah, usaha jus, pelaku kuliner dan UMKM, hingga lingkungan kampus. Limbah tersebut kemudian diolah menjadi bahan baku yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Eco-enzyme ZymeGo dibuat melalui proses fermentasi selama tiga bulan dengan memanfaatkan limbah buah, molase, dan air. Setelah melalui proses pengendalian mutu, hasil fermentasi dikembangkan menjadi tiga produk utama, yakni cairan pembersih lantai dan serbaguna, sabun cuci piring, serta pupuk organik cair.

Produk tersebut dikemas dalam botol berukuran 250 mililiter dan dipasarkan secara langsung maupun melalui media digital.

Terhubung dengan Aplikasi

Tidak hanya menghasilkan produk, inovasi ZymeGo juga menghadirkan ZymeGo Application yang dirancang untuk mendukung proses pengumpulan limbah buah secara lebih terorganisir.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang menyetorkan limbah buah dapat mencatatkan kontribusinya. Setiap setoran kemudian dikonversi menjadi poin sesuai dengan ketentuan yang diterapkan dalam program.

“Melalui ZymeGo Application ini, kami ingin mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi. Limbah buah yang mereka setorkan akan tercatat dan dapat dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka,” ujar Nayla.

Sistem poin tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah. Masyarakat dan sivitas akademika tidak hanya ditempatkan sebagai konsumen produk, tetapi juga dapat berperan sebagai pemasok bahan baku melalui penyetoran limbah buah.

Digitalisasi ini sekaligus memungkinkan pencatatan kontribusi pengguna dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari proses penyetoran hingga pemantauan partisipasi.

Dengan mengintegrasikan pengumpulan limbah, proses produksi, pemasaran, dan teknologi digital, ZymeGo dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular. Masyarakat dilibatkan dalam rantai pemanfaatan limbah, sementara limbah buah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.

Ke depan, ZymeGo diarahkan untuk memperluas jaringan mitra, meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan, memperluas jumlah pengguna aplikasi, serta mengembangkan produk berbasis eco-enzyme secara berkelanjutan.

Edukasi Masyarakat

Selain memproduksi eco-enzyme, Eco-Enzyme Center Universitas Riau juga melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah buah sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pengelolaan limbah organik.

Tim turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak limbah organik, memperkenalkan konsep eco-enzyme, serta menjelaskan proses pemanfaatan limbah buah menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, pengenalan produk, hingga praktik dan demonstrasi sederhana mengenai pemanfaatan limbah buah.

Pendekatan langsung tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat melihat secara langsung hasil pengolahan limbah menjadi produk eco-enzyme.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan ZymeGo Application sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah. Melalui aplikasi ini, masyarakat didorong untuk ikut mengumpulkan dan menyetorkan limbah buah.

Dengan demikian, terbentuk keterhubungan antara masyarakat sebagai sumber bahan baku, Eco-Enzyme Center sebagai pusat pengolahan, serta konsumen sebagai pengguna produk.

Inovasi ZymeGo diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan limbah organik sekaligus memperkenalkan model pengelolaan sampah yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan teknologi digital.



Riau Zona

BACA JUGA: