Unri Pacu Pemutakhiran Data ASN
- Eka
- Selasa, 08 September 2026 - 10:55 WIB
PEKANBARU,RZ – Universitas Riau (Unri) mempercepat pembenahan arsip dan data kepegawaian untuk mengejar target peningkatan predikat kelengkapan arsip dari kategori “Cukup Lengkap” menjadi “Lengkap” paling lambat akhir Desember 2026.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Akselerasi Pemutakhiran Data dan Pengunggahan Arsip pada aplikasi MyASN dan DMS BKN, Senin (7/9/2026), di Ruang Indragiri, Lantai 4 Gedung Rektorat Unri.
Langkah percepatan ini merupakan tindak lanjut surat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 3057/DST/A3/KP.11.00/2026 tertanggal 26 Agustus 2026. Melalui arahan tersebut, perguruan tinggi didorong memanfaatkan DMS BKN sekaligus meningkatkan kelengkapan arsip kepegawaian.
Bagi Unri, pemutakhiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen administratif. Data yang lengkap dan akurat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya manusia serta pelayanan administrasi kepegawaian.
Kepala Biro Keuangan dan Umum Unri, Evi Nadhifa SSi, mengatakan proses pemutakhiran data dan kelengkapan arsip harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Pemutakhiran data dan kelengkapan arsip perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Data kepegawaian yang tertib akan memudahkan proses administrasi, mendukung ketepatan layanan, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan sumber daya manusia di Universitas Riau,” ujar Evi.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Unri melibatkan berbagai unsur pengelola administrasi dan kepegawaian. Mulai dari staf, kepala bagian, ketua tim, ketua pokja, kepala subbagian hingga staf kepegawaian turut dilibatkan dalam kegiatan.
Ketua Tim Kepegawaian Unri, Eko Budi Prasetyo ST MKom, menekankan bahwa percepatan pengunggahan arsip membutuhkan ketelitian. Dokumen yang dimasukkan ke dalam sistem harus dipastikan lengkap sekaligus sesuai dengan data kepegawaian.
“Kami akan mengawal proses ini agar pemutakhiran data dan pengunggahan dokumen dapat berjalan terarah. Setiap berkas perlu diperiksa kembali, baik dari sisi kelengkapan maupun kesesuaiannya dengan data kepegawaian,” kata Eko.
Ia berharap pemanfaatan MyASN dan DMS BKN dapat membuat pengelolaan arsip kepegawaian di lingkungan Unri semakin efektif. Digitalisasi juga dinilai dapat memperkuat integrasi data dan mempermudah penelusuran dokumen ketika dibutuhkan.
“Dengan koordinasi yang baik, target peningkatan predikat kearsipan dapat kita capai sesuai batas waktu yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung yang dipimpin Afriza Dwi Ikhsani selaku Pranata SDM Terampil Universitas Riau. Praktik tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta memahami proses pemutakhiran data serta pengunggahan arsip pada sistem yang digunakan.
Melalui langkah tersebut, Unri menegaskan komitmennya membangun tata kelola administrasi kepegawaian yang lebih tertib, akurat, transparan dan berbasis digital.***
TAGS:




