Udara Belum Aman, Siswa Pekanbaru Masih PJJ
- Eka
- Rabu, 09 September 2026 - 11:27 WIB
PEKANBARU,RZ – Siswa PAUD/TK, SD hingga SMP sederajat di Kota Pekanbaru masih belajar dari rumah pada Rabu (9/9/2026). Pembelajaran tatap muka belum diberlakukan karena kualitas udara di Pekanbaru masih terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru memperpanjang penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu hari. Sebelumnya, kebijakan serupa telah diterapkan pada 7 dan 8 September 2026.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/30/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru yang diterbitkan pada Selasa (8/9/2026).
Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, pembelajaran tatap muka berpeluang kembali digelar mulai Kamis (10/9/2026), dengan catatan kondisi udara sudah membaik.
"Jika kondisi udara membaik pada Kamis, 10 September 2026, siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun, siswa diwajibkan menggunakan masker saat berangkat ke sekolah maupun ketika melakukan aktivitas di luar ruangan," kata Abdul Jamal.
Menurutnya, keputusan memperpanjang PJJ merupakan langkah pemerintah untuk melindungi kesehatan peserta didik dari paparan udara yang tidak sehat.
"Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kualitas udara Pekanbaru yang masih terdampak asap Karhutla," terang Jamal.
Selama PJJ berlangsung, sekolah tetap diminta memastikan proses pembelajaran berjalan efektif. Disdik juga meminta satuan pendidikan menyesuaikan kegiatan belajar dengan perkembangan kondisi udara.
Tidak hanya sekolah di bawah Disdik, madrasah dan satuan pendidikan di bawah kementerian lainnya juga diminta melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran sesuai kondisi cuaca dan kualitas udara.
Disdik Pekanbaru bersama instansi terkait akan terus memantau indikator indeks standar pencemar udara (ISPU) sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
Orang tua siswa pun diimbau memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama mengikuti pembelajaran daring untuk mengurangi risiko terpapar asap karhutla.***
TAGS:




