Serindit Boat Race, Adu Dayung Meriah di Sungai Mandau
- Eka
- Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:11 WIB
SUNGAIMANDAU – Deru mesin perahu dan semangat para pendayung mewarnai Tepian Jembatan Kampung Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau, saat Serindit Boat Race 2026 resmi digelar, 19–20 Agustus 2026. Ajang tahunan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Siak.
Kompetisi dayung tersebut mempertemukan 19 tim yang terdiri dari 12 tim putra dan tujuh tim putri. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Siak, yakni Siak, Mempura, Tualang dan Koto Gasib, serta satu tim undangan dari Kabupaten Bengkalis.
Setiap tim diperkuat delapan kru inti, terdiri atas enam pendayung, satu penabuh drum atau drummer, dan satu jurumudi. Selain itu, masing-masing tim juga memiliki dua pemain cadangan.
Bupati Siak, Afni Z, yang membuka langsung Serindit Boat Race 2026 mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kreativitas panitia dalam menggelar event olahraga di tengah keterbatasan anggaran patut diapresiasi.
"Saya datang ini wujud bahwa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Meskipun di tengah efisiensi anggaran yang luar biasa, tetapi kreativitas masih tetap jalan. Itulah yang saya hargai dari para panitia yang berinisiatif dalam kegiatan ini. Tak ada rotan, akar pun jadi," ujar Afni.
Ia menilai Serindit Boat Race bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kegiatan olahraga sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana Serindit Boat Race 2026, Razi Ramadhan, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme terhadap olahraga dayung di Kabupaten Siak.
Keikutsertaan tim dari berbagai kecamatan hingga Kabupaten Bengkalis membuat persaingan dalam perlombaan semakin menarik. Para pendayung dituntut mengandalkan kekompakan, kecepatan, serta koordinasi antara pendayung, drummer dan jurumudi untuk mencapai garis finis.
Di tengah kemeriahan perlombaan, Bupati Afni juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan menuju Kecamatan Sungai Mandau. Ia menyebut pemerintah daerah terus memperjuangkan pembangunan jalan melalui dukungan pemerintah pusat.
"Dari arah Tualang ke arah Sungai Mandau kemarin sudah selesai satu kilometer. Tahun ini, kita mendapatkan tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer lagi untuk melanjutkan proyek sebelumnya," jelasnya.
Afni menegaskan pembangunan tersebut diperoleh melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, bukan bersumber dari APBD Kabupaten Siak.
Ia juga memastikan pemerintah daerah tetap berupaya memperjuangkan kebutuhan infrastruktur masyarakat Sungai Mandau hingga ke pemerintah pusat.
"Kita perlu mengundang orang Jakarta (pemerintah pusat) ke Sungai Mandau agar mereka tahu penderitaan rakyat di sini. Saya tahu bapak dan ibu mungkin kecewa dan kesal melihat lambatnya pembangunan jalan. Namun saya tidak ke mana-mana, saya tidak lari dari tanggung jawab," tegasnya.
Pembukaan Serindit Boat Race turut dihadiri Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Siak terpilih periode 2026–2030, Muslan, Kapolsek Sungai Mandau, serta tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat.
Dengan 19 tim yang bertanding selama dua hari, Serindit Boat Race 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga mendorong semakin berkembangnya olahraga dayung di Kabupaten Siak.***
TAGS:



