Mengenal Raisa, Pembawa Baki Kebanggaan Riau

  • Eka
  • Senin, 17 Agustus 2026 - 12:45 WIB
Mengenal Raisa, Pembawa Baki Kebanggaan Riau

PEKANBARU, RZ — Tepuk tangan dan sorotan mata tertuju kepada Raisa Dinda Agnia saat melangkah membawa baki dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (17/8/2026).

Bagi banyak orang, Raisa mungkin hanya terlihat sebagai sosok pelajar yang berdiri tegap dalam balutan seragam Paskibraka. Namun bagi keluarganya, momen tersebut merupakan puncak dari perjalanan panjang seorang anak yang sehari-hari dikenal sederhana dan tak jarang menemani ayahnya berjualan bubur.

Raisa Dinda Agnia lahir di Pekanbaru pada 30 Desember 2009. Putri pasangan Rival Amri dan Indah Lora Yana itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan kini tercatat sebagai siswi SMAN 2 Pekanbaru.

Di sekolah, Raisa aktif mengikuti Paskibra dan menjadi bagian dari kepengurusan OSIS. Ia juga memiliki pengalaman di berbagai bidang. Saat SMP, Raisa gemar bermain basket dan beberapa kali tampil sebagai penari Melayu.

Kemampuan berbicara di depan umum juga menjadi bagian dari kesehariannya. Raisa beberapa kali dipercaya menjadi pembawa acara dalam kegiatan sekolah.

Beragam pengalaman tersebut secara perlahan membentuk kedisiplinan, keberanian dan rasa percaya dirinya. Bekal itu kemudian membawanya mengikuti seleksi calon Paskibraka pada Mei 2026.

Perjalanan seleksi Raisa tidak berhenti di tingkat daerah. Ia bahkan berhasil masuk dalam enam putra-putri terbaik yang mewakili Provinsi Riau untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

Meski belum berhasil melanjutkan langkah ke tingkat pusat, Raisa tidak berhenti. Ia kemudian mendapat kepercayaan menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi Riau dan mengemban tugas sebagai Pembawa Baki pada upacara HUT ke-81 RI.

Bagi sang ayah, Rival Amri, keberhasilan putrinya tersebut menjadi momen yang sulit dilupakan.

"Saya betul-betul terharu. Tidak pernah sama sekali menyangka anak saya menjadi seorang anggota Paskibraka Riau. Apalagi melihat dia sebagai pembawa baki. Ya Allah, gak bisa berkata-kata," ujar Rival.

Rival mengaku semakin tersentuh karena ia mengetahui sendiri bagaimana Raisa menjalani kesehariannya. Di tengah kesibukan sekolah dan berbagai kegiatan, Raisa masih menyempatkan diri menemani ayahnya berjualan bubur.

"Terharu saya, Raisa yang sering temankan saya berjualan bubur sekarang tampil membanggakan. Kedisiplinan dan ketekunan dia selama ini gak sia-sia," katanya.

Menurut Rival, keberhasilan Raisa hari ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang, latihan, kedisiplinan dan kemauan untuk terus belajar yang dijalani putrinya.

Ia pun berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi modal bagi Raisa untuk meraih cita-citanya. Salah satu impian yang pernah disampaikan Raisa kepada keluarganya adalah menjadi dokter gigi.

"Harapan saya semoga kedepannya Raisa ini dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga dan negara. Untuk cita-citanya, dia pernah cerita ingin menjadi dokter gigi. Ya, kita lihat nanti ke mana jalannya, yang penting terbaik untuk Raisa," tutur Rival.

Kebahagiaan serupa dirasakan sang ibu, Indah Lora Yana. Ia mengaku perasaannya campur aduk ketika melihat Raisa menjalankan tugas sebagai Pembawa Baki.

"Hari ini perasaan di hati campur aduk. Serasa mimpi melihat Raisa bisa diposisi ini. Alhamdulillah sudah berjalan lancar upacaranya, terima kasih atas doa-doa semuanya," pungkas Indah.

Dari lapangan tempat ayahnya berjualan bubur hingga berdiri di hadapan para peserta upacara sebagai Pembawa Baki, perjalanan Raisa menjadi gambaran bahwa pencapaian besar dapat tumbuh dari keseharian yang sederhana.

Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan hidup Raisa. Bukan hanya karena ia dipercaya membawa baki pada peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga karena di balik langkah tegapnya terdapat proses panjang yang dibangun dari disiplin, kerja keras dan dukungan keluarga.***



Riau Zona

BACA JUGA: