Satu Dekade Membangun Negeri Junjungan: Dari Fondasi hingga Akselerasi Bengkalis Bermasa
- Eka
- Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:38 WIB
PEKANBARU, RZ - Perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis dalam satu dekade terakhir menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak lahir dalam sekejap. Kemajuan dibangun melalui kesinambungan kebijakan, kerja keras, serta komitmen kepemimpinan yang mampu meletakkan fondasi kuat sekaligus melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan.
Rentang waktu 2016 hingga 2026 mencatat dua fase penting pembangunan Negeri Junjungan. Dimulai dari era Bupati Bengkalis ke-14, H. Amril Mukminin, SE., MM., yang fokus membangun fondasi infrastruktur dan tata kelola wilayah, hingga berlanjut pada masa kepemimpinan Bupati Kasmarni bersama Wakil Bupati Bagus Santoso yang mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat melalui program Kabupaten Bengkalis Bermasa.
Era H. Amril Mukminin Meletakkan Fondasi Kemajuan Daerah
Kepemimpinan H. Amril Mukminin, SE., MM., pada periode 2016–2021 menjadi salah satu fase penting dalam pembangunan Kabupaten Bengkalis. Dengan visi menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai model negeri maju dan makmur di Indonesia, berbagai program strategis dirancang untuk menjawab tantangan pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah daerah kala itu menetapkan enam prioritas utama pembangunan, meliputi penguatan infrastruktur, ekonomi produktif, pendidikan dan kesehatan, lingkungan hidup dan kebencanaan, ketenagakerjaan, serta penguatan nilai agama dan kearifan lokal.
Salah satu terobosan yang menjadi ciri khas kepemimpinan H. Amril Mukminin adalah strategi Pengembangan Empat Gerbang Pembangunan, yakni Gerbang Utama, Gerbang Laksamana, Gerbang Pesisir, dan Gerbang Permata. Program tersebut dirancang untuk memperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka akses pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melaksanakan 11 proyek strategis jalan dengan total anggaran mencapai Rp278 miliar pada 2020. Pembangunan tersebut memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa antarwilayah.
Kemajuan juga terlihat pada sektor pelayanan publik melalui gagasan modernisasi layanan penyeberangan dengan sistem E-Ticketing Ro-Ro pada 2018. Konsep digitalisasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Sebagai daerah pesisir yang rentan terhadap abrasi, Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan H. Amril Mukminin juga mengalokasikan anggaran penanganan abrasi sekitar Rp300 miliar pada 2019.
Upaya penanganan abrasi turut dilakukan melalui pendekatan kepada pemerintah pusat. H. Amril Mukminin saat itu melakukan komunikasi dengan Menko Kemaritiman dan Investasi yang dijabat Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas persoalan abrasi di Kabupaten Bengkalis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya strategis melindungi kawasan pesisir dan permukiman masyarakat dari ancaman kerusakan lingkungan.
Pada saat yang sama, sektor ekonomi desa mengalami perkembangan. Produktivitas pertanian, perkebunan, dan perikanan terus meningkat sehingga membawa Bengkalis meraih peringkat kelima nasional sebagai daerah dengan laju pembangunan desa tercepat periode 2014–2018. Status desa sangat tertinggal juga berhasil dituntaskan hingga mencapai nol desa.
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Bengkalis meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO), penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3/Zero Accident), serta apresiasi dari Kementerian Hukum dan HAM.
Kabupaten Bengkalis Bermasa, Membangun Kesejahteraan dari Akar Rumput
Tongkat estafet pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Bupati Bengkalis ke-15, Hj. Kasmarni, S.Sos., MMP., bersama Wakil Bupati Dr. H. Bagus Santoso. Kepemimpinan perempuan pertama di Negeri Junjungan tersebut membawa semangat baru melalui visi Kabupaten Bengkalis Bermasa, yakni Bermarwah, Maju, dan Sejahtera.

Jika pada periode sebelumnya pembangunan banyak diarahkan pada penguatan fondasi fisik dan infrastruktur, era Kabupaten Bengkalis Bermasa menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. Berbagai program diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ketahanan pangan hingga perlindungan sosial.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak 13.364 pelajar dan 384 tenaga pendidik menerima bantuan beasiswa. Selain itu, sebanyak 26.682 siswa memperoleh bantuan perlengkapan sekolah.
Peningkatan sarana pendidikan juga dilakukan melalui pengadaan mebel untuk 304 sekolah serta rehabilitasi 259 gedung sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.
Sektor kesehatan menjadi salah satu capaian penting selama masa kepemimpinan Kasmarni. Sebanyak 678.581 jiwa telah terjamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional sehingga mengantarkan Kabupaten Bengkalis meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award.
Selain itu, sebanyak 56.721 tenaga kerja telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah juga membangun dan merehabilitasi 52 fasilitas puskesmas serta memulai pengembangan RSUD Pratama Rupat sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Keberhasilan lainnya terlihat dari penurunan angka stunting yang mencapai 4,4 persen. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah dengan penurunan stunting terbaik di Provinsi Riau.
Pada sektor infrastruktur, pemerataan pembangunan terus berlanjut. Selama periode kepemimpinan Hj. Kasmarni, S.Sos., MMP., bersama Dr. H. Bagus Santoso, pembangunan jalan tercatat mencapai 583,33 kilometer, pembangunan 14 unit jembatan, pembangunan pengaman pantai sepanjang 7,7 kilometer, serta rehabilitasi dan pembangunan 599 rumah ibadah.
Perhatian terhadap kualitas hunian masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan 583 unit rumah layak huni baru serta rehabilitasi 1.652 unit rumah masyarakat kurang mampu.
Pelayanan Publik Semakin Dekat dengan Masyarakat
Transformasi pelayanan publik turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Melalui berbagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan, masyarakat kini semakin mudah mengakses berbagai dokumen administrasi penting.

Capaian tersebut terlihat dari 473.751 layanan perekaman KTP elektronik, 143.043 penerbitan Kartu Keluarga, 355.978 penerbitan Akta Kelahiran, hingga 136 pasangan yang memperoleh Akta Perkawinan melalui program sidang isbat gratis.
Sementara itu, ketahanan pangan daerah terus diperkuat melalui penyaluran Cadangan Pangan Beras kepada 2.630 penerima manfaat, bantuan lahan bagi 385 petani, pembangunan tiga unit lumbung pangan, serta pelaksanaan 45 kali Pasar Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Menatap Masa Depan dari Jejak Sejarah
Perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis selama satu dekade menjadi gambaran bagaimana kesinambungan kebijakan dan kepemimpinan dapat menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Fondasi pembangunan yang diletakkan pada masa H. Amril Mukminin, SE., MM., kemudian dilanjutkan dengan berbagai program pembangunan pada era Kabupaten Bengkalis Bermasa di bawah kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso.
Semangat tersebut turut tergambar dalam gelaran Ekraforia 2026 yang berlangsung di kawasan bersejarah Penjara Belanda Huis Van Bewaring Bengkalis. Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis itu menampilkan perjalanan kepemimpinan daerah dari masa ke masa sebagai refleksi sekaligus inspirasi pembangunan masa depan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, ST., MT., menyebutkan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran pada 2026, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut Ardiansyah, beberapa program prioritas yang tetap berjalan di antaranya pengembangan fasilitas RSUD Pratama Rupat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kawasan wisata dan kebun binatang Selatbaru, serta rencana rehabilitasi GOR dengan dukungan Pemerintah Pusat.
Selain itu, pembangunan infrastruktur strategis juga terus dilakukan melalui peningkatan Jalan Ketam Putih–Sekodi senilai Rp5,4 miliar, peningkatan Jalan Sialang Rimbun Desa Muara Basung Rp5 miliar, peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Bathin Solapan Rp5 miliar, peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih–Titi Akar Rp3,6 miliar, pemeliharaan berkala Jalan Ketam Putih–Sekodi Rp3 miliar, serta peningkatan Jalan Gajahan Kecamatan Pinggir senilai Rp5 miliar.
Dengan berbagai capaian tersebut, perjalanan Kabupaten Bengkalis dari 2016 hingga 2026 menunjukkan pembangunan yang terus bergerak maju. Dari penguatan infrastruktur hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat, Negeri Junjungan terus menata masa depan menuju daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermarwah.
Laporan : Elvia
TAGS:



