Ayam Ras Naik, Dua Daerah Riau di Atas HAP
- Eka
- Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:35 WIB
PEKANBARU, RZ – Harga daging ayam ras di sejumlah wilayah Riau mulai bergerak naik. Pemerintah Provinsi Riau mencatat kenaikan paling tinggi terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Rokan Hilir (Rohil), sementara Kuantan Singingi justru mengalami penurunan harga.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Menurut Tetty, secara nasional harga daging ayam ras hingga pekan kedua Agustus 2026 tercatat naik 4,92 persen dibandingkan Juli. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Pemerintah Pusat pada Selasa (18/8/2026).
“Berdasarkan rakor inflasi Selasa kemarin, secara nasional memang harga untuk komoditi daging ayam mulai mengalami kenaikan. Secara umum, hingga pekan kedua Agustus naik 4,92 persen dibanding Juli,” kata Tetty, Jumat (21/8/2026).
Di Riau, kenaikan harga tidak terjadi secara merata. Tetty menyebut sebagian besar kabupaten/kota masih mencatat harga daging ayam ras di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.
Namun, dua daerah mencatat harga jauh di atas acuan tersebut. Di Indragiri Hulu, harga ayam ras mencapai Rp46.636 per kilogram atau 16,58 persen di atas HAP. Sedangkan di Rokan Hilir, harganya mencapai Rp48.600 per kilogram atau 21,5 persen di atas HAP.
“Untuk Riau terjadi hanya di Inhu dan Rohil. Di mana, Inhu itu sebesar Rp46.636 per kilogram atau 16,58 persen di atas HAP Komoditas dan di Rohil itu Rp48.600 per kilogram atau 21,5 persen di atas HAP,” jelasnya.
Di tengah kenaikan harga di sejumlah daerah, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. Daerah tersebut justru mencatat penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 2,61 persen.
Kuansing bahkan masuk dalam 10 kabupaten/kota secara nasional dengan penurunan IPH terdalam untuk komoditas daging ayam ras.
“Untuk Kuansing, malah minus IPH-nya, yaitu -2,61 persen dan masuk ke dalam daftar 10 daerah secara nasional yang harga ayam rasnya jauh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Tetty.
Tetty menjelaskan, kenaikan harga ayam di beberapa pasar tradisional Riau dipengaruhi sejumlah faktor. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), salah satu pemicunya adalah kenaikan harga pakan yang mencapai Rp10 ribu per karung.
Selain itu, meningkatnya permintaan masyarakat di pasar turut mendorong harga ayam ras naik dibandingkan pekan sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Riau, lanjut Tetty, akan terus memantau perkembangan harga komoditas tersebut guna mengantisipasi lonjakan yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan inflasi daerah.***
TAGS:



