Damkar Riau Satukan Komando Hadapi Kebakaran
- Eka
- Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:56 WIB
PEKANBARU, RZ – Penanganan kebakaran di Provinsi Riau didorong semakin terkoordinasi dengan memperkuat komunikasi antara pemadam kebakaran (Damkar) provinsi dan kabupaten/kota.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Damkar kabupaten/kota se-Riau yang digelar di Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). Forum ini menjadi wadah untuk menyamakan langkah dalam menghadapi kejadian kebakaran, terutama di kawasan permukiman.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBDPK Riau Edy Afrizal melalui Sekretaris BPBDPK Riau, Ekadinata, mengatakan kecepatan penanganan kebakaran sangat bergantung pada koordinasi antarpemangku kepentingan di daerah.
Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota memiliki posisi penting karena paling memahami karakter wilayah, potensi bahaya serta pemetaan risiko kebakaran di daerah masing-masing.
“Yang paling penting itu koordinasi di bidang pemadam kebakaran di BPBDPK kabupaten/kota. Mereka yang lebih tahu kondisi di daerah, pemetaan bencananya ada di mereka,” ujar Edy.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan berperan dalam mendukung dan memfasilitasi kebutuhan daerah. Karena itu, komunikasi antara provinsi dan kabupaten/kota harus terus diperkuat agar respons terhadap kebakaran tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau kita sifatnya mendukung dan memfasilitasi kabupaten/kota. Oleh karena itu, saya tegaskan kembali semua Kabid Damkar di daerah hadir di rakor. Kita perkuat sinergi, konsolidasi di daerah-daerah. Dengan demikian, kita bisa bergerak cepat mengatasi bencana,” tegasnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBDPK Riau, Achmad Mulyadi, mengatakan rakor ini menjadi langkah awal untuk membangun pola koordinasi yang lebih terarah antar-Damkar di Riau.
Ia menjelaskan, setelah rakor tingkat provinsi, masing-masing kabupaten/kota diharapkan melaksanakan koordinasi lanjutan di daerah. Langkah ini diperlukan agar pembagian tugas, fungsi, tanggung jawab dan kewenangan Damkar dapat dipahami secara jelas.
“Jadi setelah rakor ini, Damkar kabupaten/kota juga melakukan rakor sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi kita hari ini agar dapat mengetahui kewenangan sesuai aturan yang berlaku,” kata Mulyadi.
Selain memperkuat koordinasi, forum tersebut juga diarahkan menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah daerah dan provinsi. Rekomendasi diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja Damkar, termasuk dukungan sumber daya dan sarana prasarana.
“Pada rapat koordinasi ini nanti kami juga akan menghasilkan sebuah rekomendasi untuk daerah serta provinsi agar dapat mendukung serta meningkatkan kinerja Damkar se-Provinsi Riau,” ujarnya.
Rakor diikuti kepala dinas maupun kepala pelaksana Damkar kabupaten/kota se-Riau. Peserta juga mengikuti pemaparan dan diskusi mengenai penanganan kebakaran serta pengenalan peralatan pemadam.
PT SAN Fire turut hadir dengan melakukan demonstrasi peralatan pemadam di sela kegiatan.
Rakor ini sekaligus menjadi yang pertama digelar sejak Bidang Damkar berdiri di lingkungan BPBDPK Riau pada 2024. Pemerintah provinsi berharap forum tersebut menjadi awal dari koordinasi yang lebih rutin dan terukur, sehingga penanganan kebakaran di berbagai wilayah Riau dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, Damkar provinsi dan kabupaten/kota diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan hingga respons ketika kebakaran terjadi di tengah masyarakat.***
TAGS:



