Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA dan UGM Resmikan NVAITC, Pusat Riset AI Pertama di Indonesia
- Eka
- Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:36 WIB
YOGYAKARTA, RZ — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC), Kamis (13/8/2026).
Pusat teknologi tersebut menjadi pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia yang secara khusus diarahkan untuk memperkuat penelitian, inovasi, serta pengembangan talenta digital.
UGM Indosat NVAITC merupakan bagian dari Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) yang dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan perusahaan teknologi global. Kehadirannya diharapkan mempercepat pengembangan AI terapan untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga harus mampu menghasilkan inovasi yang dapat berkontribusi bagi dunia.
Menurutnya, Indonesia AI Center of Excellence menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat kapasitas riset, mencetak talenta AI, dan mendorong inovasi teknologi nasional.
"Melalui inisiatif ini, kita sedang meletakkan fondasi kedaulatan AI Indonesia sekaligus memastikan bahwa AI menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing nasional, dan solusi atas berbagai tantangan utama bangsa," ujar Meutya.
UGM Indosat NVAITC akan didukung platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka, layanan sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat. Infrastruktur tersebut memberikan akses kepada peneliti dan mahasiswa UGM terhadap kemampuan komputasi berperforma tinggi, perangkat lunak AI, model terlatih, framework pengembangan, pelatihan, hingga pendampingan teknis.
Fasilitas tersebut juga membuka peluang bagi peneliti Indonesia untuk terhubung dengan jaringan pakar global. Kolaborasi internasional ini diharapkan mempercepat pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan solusi AI yang dapat diterapkan di dalam maupun luar negeri.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pengembangan AI harus memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat Indonesia.
"Di Indosat, kami percaya bahwa tidak boleh ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI," katanya.
Indosat, lanjutnya, berkomitmen memperluas akses terhadap teknologi dan keahlian AI, termasuk bagi peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator di berbagai daerah.
Sementara itu, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA Marc Hamilton menilai Indonesia memiliki komunitas peneliti dan pengembang yang berpotensi besar dalam membentuk masa depan AI.
Menurutnya, AI memiliki peluang besar untuk memberikan dampak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pertanian hingga penanggulangan bencana. UGM Indosat NVAITC diharapkan menjadi sarana untuk mengubah potensi tersebut menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata.
Dengan dukungan kemampuan riset multidisiplin UGM, data lokal, serta talenta peneliti dan mahasiswa, NVAITC akan difungsikan sebagai pusat pengembangan AI terapan.
Pada tahap awal, riset akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang selaras dengan prioritas nasional. Salah satunya adalah eNose-TB, teknologi screening berbasis AI yang dikembangkan untuk membantu penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
Selain kesehatan, pusat riset tersebut akan mengembangkan SmartAgri dengan memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi. Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pertanian di tengah kondisi iklim tropis.
Bidang kebencanaan juga menjadi perhatian melalui Tech4Disaster, platform AI geospasial yang dirancang untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, serta penanganan bencana.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia mengatakan, UGM berkomitmen mendukung pengembangan AI Indonesia melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Melalui UGM Indosat NVAITC, kami memperluas akses terhadap infrastruktur AI canggih dan keahlian global bagi para mahasiswa dan peneliti," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga memperkuat riset lintas disiplin, terutama dalam bidang kesehatan, pertanian, dan ketahanan terhadap bencana. Hal ini sekaligus mendukung agenda pendidikan tinggi, hilirisasi riset, serta pengembangan talenta digital nasional.
Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, mengatakan dukungan infrastruktur dan keahlian AI berstandar global akan membantu peneliti mempercepat proses riset.
Ia berharap pengembangan teknologi tersebut dapat menghadirkan solusi kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
Peluncuran UGM Indosat NVAITC menjadi awal dari kerja sama jangka panjang dalam pengembangan riset, talenta, dan inovasi AI di Indonesia. Kolaborasi ini sebelumnya telah melalui proses inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025 dan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026.
Dengan diresmikannya pusat teknologi tersebut pada 13 Agustus 2026, UGM, Indosat, NVIDIA, dan pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem yang mempertemukan talenta nasional, keahlian global, serta inovasi lokal untuk menghasilkan teknologi AI yang berdampak bagi masyarakat.***
TAGS:



