Pekanbaru

Taja Diskusi Pendidikan, Pekan Insitute Undang Dua Pemateri

  • Eka
  • Senin, 03 Juni 2024 - 11:19 WIB
Taja Diskusi Pendidikan, Pekan Insitute Undang Dua Pemateri

PEKANBARU (RZ) - Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PW Muhammadiyah Riau bekerja sama dengan IKA Universitas Airlangga (Unair) Wilayah Riau dan Pekan Insitute taja forum diskusi mengangkat tema “Jalan Pendidikan Menuju Indonesia Emas Perspektif Daerah Riau."

diskusi yang dipandu oleh Ketua LKKS PW Muhamadiyah Riau dan Ketua IKA Unair Wilayah Riau Ahmad Hijazi itu mengundang dua pemateri yaitu Ketua Dewan Pendidikan Riau (DPPR) Prof Dr Junaidi, SS MHum PhD, Kepala Bappedalitbang Provinsi Riau yang diwakili Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Raja Juarisman.

Ketua Dewan Pendidikan Riau (DPPR) Prof Dr Junaidi, SS MHum PhD mengatakan Pembangunan sektor pendidikan di Indonesia harus menyeimbangkan pendidikan intelektual dan pendidikan karakter. Juga perlu meningkatkan literasi digital, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan memecahkan masalah.

“Saya menggunakan kata kunci balanced growth bagaimana pentingnya keseimbangan antara intelektual dan karakter. Kecerdasan otak dan intelegensia itulah tujuan dari pendidikan. Prisipnya adalah adanya keseimbangan,” ujar Prof Junaidi yang juga Rektor Universitas Lancang Kuning di ruang Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Riau, Ahad (2/6/2024)

Prof Junaidi juga sempat mengutip pandangan beberapa tokoh terkenal terkait pentingnya menyeimbangkan pendidikan intelektual dan pendidikan karakter. Dia mengutip pandangan Martin Luther King Jr, bahwa tujuan pendidikan sebenarnya adalah pendidikan intelektual ditambah dengan pengembangan karakter.

Juga mengutip pandangan Imam Malik yang pernah berpesan kepada seorang pemuda Quraisy dengan mengatakan, ‘’Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.’’

Junaidi menambahkan, beasiswa untuk mahasiswa bidang sains dan teknologi (saintek) perlu diperbesar anggarannya dan diperbanyak jumlah mahasiswa penerimanya.

“Menurut saya, alangkah baiknya beasiswa untuk mahasiswa di bidang saintek lebih besar anggarannya dan lebih banyak jumlah penerimanya, mengingat kebutuhan sumber daya manusia bidang saintek sangat besar di Riau," sebutnya.

"Menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan negeri, menurut saya merupakan kunci utama untuk mewujudka Indonesia Emas 2024," sambungnya.

Sasaran Pokok

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Provinsi Riau yang diwakili Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Raja Juarisman, yang juga menjadi narasumber pada diskusi tersebut mengatakan, bahwa sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter juga menjadi sasaran pokok dalam pengembangan SDM di Provinsi Riau.

Dituturkannya, dalam Perencanaan Jangka Panjang Provinsi Riau 2025-2045, sasaran pokok pertama yang ingin dicapai adalah terwujudnya sumber daya manusia yang berkarakter. Untuk mewujudkan hal tersebut, arah pembangunan yang sedang disiapkan Pemerintah Provinsi Riau adalah peningkatan kompetensi literasi dan numerasi.

Selain itu, arah pembangunan juga dilakukan untuk meningkatkan akses pendidikan, peningkatan harapan lama sekolah, pekerja lulusan pendidikan tinggi dan di bidang keahlian menengah tinggi.

Raja menyebutkan, kualitas pendidikan di Provinsi Riau masih tergolong rendah, distribusi guru berkualitas belum merata, sarana dan prasarana masih terbatas, kualitas lulusan rendah, partisipasi masyarakat masih belum optimal dan pengembangan sistem vokasi belum maksimal.

Raja mengungkapkan, jumlah lulusan perguruan tinggi di Riau, masih sangat rendah, hanya 30 persen.

“Berdasarkan data, lulusan perguruan tinggi di Provinsi Riau baru sebanyak 30 persen, sedangkan lulusan SMA/SMK 38 persen. Tahun 2045 kita targetkan lulusan perguruan tinggi minimal 60 persen,” ucapnya.

Raja berharap, Provinsi Riau dapat mengimbangi provinsi lainnya dalam menuju Indonesia Emas 2024.

“Kita perlu diskusikan solusinya bersama-sama, bagaimana di tahun 2045 mendatang target lulusan kita bisa mencapai 60 persen,” sambungnya.

Bergantung Kemajuan Pendidikan

Sebelumnya, Ketua PW Muhammmadiyah Riau Dr Hendri Sayuti, MAg, saat menjadi keynote speech pada diskusi tersebut memaparkan, betapa kemajuan suatu daerah sangat bergantung dengan kemajuan pendidikan.

"Untuk itu, forum diskusi ini menjadi sangat penting untuk mendiskusikan persoalan Pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Dengan harapan, hasil diskusi ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah di Riau dalam membangun dunia pendidikan," kata Hendri Sayuti.

Sementara itu, Direktur Pekan Institute Ahmad Fitri mengutarakan bahwa tujuan dari digelarnya diskusi ini adalah untuk membicarakan langkah dan jalan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kualitas dan kemajuan SDM yang berkarakter, sehingga konstruktif dalam membangun masyarakat yang berperadaban.

“Pendidikan di suatu negara memiliki peran yang penting untuk pembangunan bangsa. Kita perlu terus berusaha mendorong dan memajukan sektor pendidikannya, tidak terkecuali di daerah Riau,” ujarnya. (ka)

Laporan : EKA



Riau Zona

BACA JUGA: