Pendapatan Indosat Tembus Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Sumbang USD50 Juta

  • Eka
  • Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:51 WIB
Pendapatan Indosat Tembus Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Sumbang USD50 Juta

JAKARTA,RZ – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan telekomunikasi ini membukukan pendapatan Rp45,8 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sekaligus memperkuat langkah transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas. EBITDA Indosat tercatat mencapai Rp21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen YoY menjadi Rp4,9 triliun.

Capaian ini memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Kinerja tersebut ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap solid, sekaligus menjadi fondasi pengembangan sumber pendapatan baru melalui teknologi AI.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi modal utama perusahaan dalam menjalankan transformasi dan memperluas investasi teknologi.

Menurutnya, perusahaan tetap memprioritaskan peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi layanan, serta optimalisasi investasi jaringan dan spektrum.

"Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum," ujar Vikram dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Ia menambahkan, investasi Indosat di bidang AI mulai memberikan kontribusi nyata terhadap bisnis perusahaan. Indosat juga terus membangun kemampuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan solusi AI, baik di pasar domestik maupun global.

ARPU Naik 16,5 Persen, Trafik Data Tumbuh

Di sektor telekomunikasi, Indosat mengandalkan strategi hyper-personalization berbasis AI dan data untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Strategi tersebut diarahkan untuk memahami perilaku pengguna, meningkatkan relevansi penawaran, sekaligus mengoptimalkan pendapatan dari layanan telekomunikasi.

Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000. Sementara itu, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte.

Pencapaian tersebut didukung pemanfaatan AI dalam memahami pola penggunaan pelanggan, peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas teknologi 5G.

Kombinasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis konektivitas sekaligus meningkatkan nilai layanan bagi pelanggan.

Bisnis AI Cloud Catat Pendapatan USD50 Juta

Selain memperkuat bisnis telekomunikasi, Indosat mulai memperlihatkan hasil pengembangan bisnis kecerdasan buatan melalui layanan Indosat AI Cloud.

Dalam sembilan bulan pertama 2026, pendapatan solusi Indosat AI Cloud mencapai USD50 juta. Angka ini meningkat dibandingkan pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar USD28 juta.

Perusahaan memperkirakan pendapatan bisnis tersebut dapat mencapai USD100 juta hingga akhir 2026. Proyeksi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap layanan komputasi AI dan teknologi cloud.

Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa investasi Indosat di sektor AI mulai berkembang menjadi sumber pendapatan baru, di luar bisnis utama telekomunikasi.

Indosat juga tengah membangun ekosistem AI terintegrasi atau full-stack yang mencakup konektivitas, infrastruktur fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Pengembangan ekosistem tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan transformasi digital pelaku usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan industri AI di Indonesia dan pasar global.

Siapkan Infrastruktur AI Berkapasitas 1 GW

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Indosat memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer yang dikelola RAIA Grid. Infrastruktur ini berperan sebagai tulang punggung konektivitas untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan teknologi AI.

Selain itu, melalui Zankore by Indosat, perusahaan mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).

Pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indosat dalam menyediakan sumber daya komputasi dan mendukung kebutuhan implementasi AI dalam skala besar.

Dengan mengintegrasikan jaringan telekomunikasi, fiber optik, pusat data, dan komputasi AI, perusahaan ingin membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha mengakses serta mengembangkan solusi kecerdasan buatan secara lebih luas.

Gandeng F5 Hadirkan Intelligence Suite

Untuk memperluas pemanfaatan teknologi AI di kalangan korporasi, Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi F5.

Solusi ini memberikan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap berbagai model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.

Kehadiran layanan tersebut membantu perusahaan mengelola penggunaan teknologi AI, mengendalikan biaya operasional, serta memperluas adopsi kecerdasan buatan secara lebih terukur.

Indosat juga menyebut perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan layanan AI yang dikembangkannya. Hal ini membuka peluang komersial sekaligus memperluas jangkauan pemanfaatan teknologi yang dimiliki perusahaan.

Vikram menegaskan, pengembangan bisnis AI tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur dan produk teknologi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

Melalui penguatan bisnis telekomunikasi dan pengembangan ekosistem AI terintegrasi, Indosat menargetkan pertumbuhan berkelanjutan, mendukung transformasi digital pelaku usaha, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital regional dan global.

"Pada akhirnya, tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas," tutup Vikram.***



Riau Zona

BACA JUGA: