Nasi MBG Mentah dan Lauk Kecil, Penerima Manfaat di Posyandu Tambak Rejo Bengkalis Mengeluh
- Eka
- Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:05 WIB
BENGKALIS,RZ – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Posyandu Tambak Rejo, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menuai keluhan dari penerima manfaat. Nasi yang dibagikan pada Rabu (28/10/2026) dilaporkan masih mentah dan belum matang sempurna saat hendak dikonsumsi.
MBG yang diterima sekitar pukul 09.30 WIB tersebut merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Namun, kondisi nasi yang tidak matang sempurna membuat penerima manfaat kecewa. Sementara itu, menu lauk yang disertakan dilaporkan dalam kondisi baik.
Salah seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kondisi nasi baru diketahui setelah dibawa pulang dari posyandu dan hendak disantap.
"Tadi pagi, kita ambil ke posyandu untuk MBG hari ini, tapi pas sampai di rumah mau makan, nasinya tidak masak sempurna, masih mentah," ujarnya.
Ia menyebutkan, keluhan tersebut telah disampaikan melalui pihak posyandu. Bahkan, persoalan terkait menu MBG disebut bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, penerima manfaat juga mengeluhkan ukuran lauk yang dinilai terlalu kecil. Namun, hingga kini mereka belum mengetahui tindak lanjut atas keluhan yang telah disampaikan.
"Sudah disampaikan, tapi sampai sekarang belum tahu bagaimana responsnya. MBG yang kami terima ini MBG Resam Lapis," tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resam Lapis melalui Herlian mengakui adanya kesalahan dalam penyediaan menu MBG tersebut.
Herlian menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pihaknya akan mengganti nasi yang tidak matang sempurna itu pada Kamis (29/10/2026).
"Ini memang kesalahan dari kami. Jadi besok kami akan ganti nasi yang kejadian hari ini. Kami sudah minta kader posyandu mengklarifikasi hal ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, nasi mulai dimasak oleh petugas dapur sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, dalam proses penyiapan menu terjadi kesalahan akibat kelalaian petugas.
Menurutnya, beban kerja dalam proses penyiapan makanan juga mengalami peningkatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab pihaknya.
"Secara kerja, beban kerjanya agak bertambah. Tapi ini murni kesalahan kami dan kami mengakui itu, dan murni keteledoran kami," katanya.
Herlian menambahkan, jumlah penerima manfaat MBG di Posyandu Tambak Rejo mencapai 140 orang, yang terdiri dari balita dan ibu hamil.
Pihak SPPG Resam Lapis memastikan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap terjaga.***
TAGS:




