Kemenekraf, Indosat dan Adobe Bersinergi, Buka Peluang Monetisasi bagi Kreator Indonesia

  • Eka
  • Selasa, 16 Juni 2026 - 13:12 WIB
Kemenekraf, Indosat dan Adobe Bersinergi, Buka Peluang Monetisasi bagi Kreator Indonesia

JAKARTA, RZ – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan talenta digital.

Kolaborasi tersebut bertujuan membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengubah kreativitas menjadi peluang nyata, baik dalam bentuk karya, bisnis, maupun sumber penghasilan baru di era digital.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat. Menurutnya, teknologi AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

"Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana pemerintah dan industri dapat bekerja sama membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab agar mampu bersaing secara global," ujarnya.

Sementara itu, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menilai Indonesia memiliki talenta kreatif yang sangat besar. Namun, banyak generasi muda masih membutuhkan akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide-ide mereka.

Melalui kerja sama ini, seluruh pelanggan Indosat akan memperoleh akses premium gratis ke Adobe Express selama enam bulan. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna membuat berbagai konten kreatif dengan cepat menggunakan dukungan teknologi AI.

Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan akses ke materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kreatif, pemasaran digital, dan pemanfaatan AI yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyebut Indonesia sebagai salah satu komunitas kreatif yang sangat potensial. Karena itu, Adobe memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.

Program tersebut memungkinkan kreator lokal memperoleh penghasilan dari template desain yang mereka buat dan digunakan oleh pengguna lain di platform Adobe Express. Kreator terpilih juga berkesempatan menampilkan karya mereka pada IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.

Kolaborasi ini turut diperkuat melalui program GENSi (Generasi Terkoneksi) milik Indosat yang berfokus pada pengembangan literasi digital generasi muda. Setelah menjangkau lebih dari 10.000 peserta, program tersebut menargetkan 15.000 anak muda Indonesia sepanjang tahun 2026.

Di sisi lain, Kemenekraf mendukung inisiatif ini melalui program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus. Program tersebut bertujuan memperluas literasi ekonomi kreatif, teknologi digital, kekayaan intelektual, dan AI di kalangan pelajar serta mahasiswa.

Ke depan, peserta ECHOES akan berpeluang mendapatkan akses ke berbagai perangkat kreatif Adobe dan pelatihan digital melalui platform GENSi. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kreator Indonesia yang kompetitif, inovatif, dan mampu menghasilkan nilai ekonomi dari karya-karya mereka.

Melalui sinergi ini, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe ingin mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia bergerak dari tahap belajar menjadi berkarya, kemudian menampilkan hasil karyanya kepada publik hingga memperoleh peluang monetisasi yang berkelanjutan.***



Riau Zona

BACA JUGA: