Guru dan Wali Murid Laporkan Kepala SDN 116 Pekanbaru ke Walikota, Ini Sebabnya

  • Eka
  • Rabu, 13 Agustus 2025 - 07:17 WIB
Guru dan Wali Murid Laporkan Kepala SDN 116 Pekanbaru ke Walikota, Ini Sebabnya

PEKANBARU (RZ)- Sejumlah tenaga pendidik SD Negeri 116 Pekanbaru bersama wali murid, bersama-sama mendatangi Kantor Walikota Pekanbaru, Selasa (12/8/2025). Kedatangan mereka guna melaporkan Plt Kepala Sekolah Tetty Siska Noviani, SPdI.

Mereka mengeluhkan sikap Plt Kepsek yang dinilai tidak layak menjadi pejabat di posisi itu. Tetty yang sudah tiga tahun menjabat posisi Plt Kepsek, dinilai tidak bisa mengayomi, serta tidak bisa menjadi pemimpin yang adil, baik dan bijaksana.

Kedatangan mereka diterima langsung Sekko Pekanbaru yang diwakili Asisten I Maskur di ruang rapat Sekko Pekanbaru.  Tampak hadir, Kabid SD Disdik Pekanbaru Sardius.

Dalam pertemuan itu, para guru mengadukan sikap dan tindak tanduk Tetty yang menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah, khususnya para guru.

Hal itu dirangkum para guru dalam surat terbuka, yang ditujukan kepada Walikota Pekanbaru dan pihak terkait lainnya.

Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada 21 poin yang menggambarkan tentang sikap dan kebijakan Tetty yang membuat resah para guru.

Mereka mengaku, sikap Tetty tersebut membuat para guru merasa tidak nyaman dan bersemangat lagi dalam melaksanakan tugas mereka, karena merasa tidak dihargai.

Mereka berharap, Pemko Pekanbaru menyikapi sekaligus mencari solusi supaya masalah ini segera tuntas.

Sementara itu, salah seorang wali murid mempertanyakan mengapa anaknya belum juga menerima seragam. Padahal, sang anak sudah tiga tahun belajar di sekolah itu.

Tak hanya itu, seluruh biaya sudah dibayar lunas ketika pindah sekolah.

Dikatakan, pihaknya juga sudah berulang kali mempertanyakan perihal seragam tersebut ke pihak sekolah, namun tidak ada jawaban.

Yang mengejutkan, menurut kabar yang beredar, ada sekitar 10 anak pindahan yang sudah 3 tahun sekolah namun belum mendapatkan seragam.

Setelah mendengar keluhan para guru dan wali murid, pertemuan akhirnya ditutup. Pemko Pekanbaru dikabarkan akan segera menyikapi pengaduan tersebut.

Sementara itu Kepala dinas pendidikan kota Pekanbaru Abdul Jamal, M.Pd saat dikonfirmasi oleh awak Media dari Riauzona.com tentang prihal adanya tenaga pendidik dan walimurid yang mengadukan PLT kepsek ke walikota mengatakan belum mengetahui tentang laporan ini, nanti kalau ada akan kami pelajari bersama pengawas, ungkap Jamal.

Terpisah, Plt Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin dikonfirmasi wartawan mengatakan, akan mempelajari, dan menindak lanjuti laporan para guru.

Untuk diketahui, Tetty Siska Noviani, SPd I sebelumnya juga pernah didemo guru-guru di SD Negeri 105, yang menolak Tetty menjadi kepala sekolah di SD tersebut, pada tahun 2017 silam. Buntutnya, Tetty akhirnya dicopot dari jabatannya kala itu. ***

Berikut isi surat terbuka para guru SDN 116 Pekanbaru yang diterima wartawan.

Kami Guru SDN 116 Pekanbaru melaporkan kepala sekolah SDN 116 Pekanbaru  atas nama Plt Tetty Siska   Noviani  , S.Pd .I dengan melakukan tindakan sebagai berikut :

Plt Tetty  Siska Noviani telah menekan  guru honorer yang ada di sekolah jika tidak sesuai dengan keinginannya  akan diberhentikan/dipindahkan dan itu ada saksi.
Plt Tetty Siska Noviani telah bersikap mempermalukan, membullly bawahan di depan umum atau di depan orangtua murid sehingga membuat guru tersebut depresi, tekanan mental.
Plt Tetty Siska Noviani tidak bijaksana dalam mengambil keputusan seperti : Guru yang bersalah melanggar aturan sekolah tetapi dekat dengan beliau tetap dibenarkan sehingga menimbulkan konflik antar sesama guru.
Plt Tetty Siska Noviani telah melakukan tekanan kepada admin BOS karena semua yang mengerjakan urusan dana bos adalah admin BOS
Plt Tetty Siska Noviani tidak transparan dalam penggunaan dana BOS .
Plt Tetty Siska Novaiani juga memberikan ancaman kepada guru P3k dengan permasalahan menjemput paksa guru tersebut kerumah (dijemput oleh Satpam sekolah).
Plt Tetty Siska Noviani hanya menerapkan kedisplinan kepada bawahan  tapi tidak mengamalkan dengan baik.
Plt Tetty Siska Noviani mengajak /menghasut guru lain untuk tidak berteman dengan  yang tidak di sukainya.
Plt Tetty Siska Noviani juga sangat jarang mengikuti  upacara  bendera di sekolah dan kegiatan keagamaan dengan alasan selalu banyak urusan tentang kedinasan.
Plt Tetty Siska Noviani melakukan tindak play victim ucapan yang dilakukannya tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi sehingga menimbulkan konflik.
Plt Tetty Siska Noviani tidak amanah sebagai kepala sekolah dengan baik, banyak teman-teman yang ditekan khususnya guru honorer .
Plt Tetty Siska Noviani telah menuduh  guru honorer melaporkan ke Walikota tentang pemungutan uang komputer padahal itu tidak benar.
Plt Tetty Siska Noviani mengancam guru honor komputer untuk diberhentikan.
PLt Tetty Siska Noviani menanyakan kepada guru agama tentang jatah pembagian infak untuk kepala sekolah, karena di sekolah lama itu dapat bagiannya.
Plt Tetty Siska Noviani tidak adil dalam pembagian jam pelajaran agama Islam, yang seharusnya guru honor yang belum sertifikasi pembagian jam nya harus sama.
Plt Tetty Siska Noviani menyuruh guru honor agama Islam untuk mencari sekolah lain karena ada sekolah lain yang membutuhkan. Hal ini seakan-akan mengusir yang bersangkutan dari  SDN 116 Pekanbaru.
Plt Tetty Siska Noviani tidak menghiraukan  admin bos yang  sudah bermohon untuk mengundurkan diri  dan tidak sanggup lagi  mengerjakan tugas admin BOS  yang  tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Plt Tetty Siska Noviani tidak memberikan seragam kepada  murid yang sudah 3 tahun pindah dari kelas 3 padahal uangnya sudah lunas.
Plt Tetty Siska Noviani menjual LKS yang di titipkan di fotocopy yang sudah ditentukan.
Plt Tetty Siska Noviani menjual uang baju seragam sekolah, padahal sekolah lain tidak ada yang menjual.
Plt. Tetty Siska Noviani tidak layak menjadi pemimpin kepala sekolah karena tidak bisa mengayomi serta tidak bisa menjadi pemimpin yang adil ,baik dan bijaksana.***

Laporan : Saiful



Riau Zona

BACA JUGA: