485 Mahasiswa UNRI Jalankan Kukerta Berdampak di Bengkalis, Siap Bantu Atasi Stunting hingga Karhutla

  • Redaksi
  • Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB
485 Mahasiswa UNRI Jalankan Kukerta Berdampak di Bengkalis, Siap Bantu Atasi Stunting hingga Karhutla

BENGKALIS (RZ) – Sebanyak 485 mahasiswa Universitas Riau (UNRI) resmi diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Bengkalis melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026. Selama menjalankan pengabdian, para mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa, termasuk membantu penanganan stunting, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pemberdayaan masyarakat.

Pelepasan mahasiswa Kukerta dilakukan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH, di Balai Kerapatan Wisma Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (23/6/2026).

Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan tanda pengenal Kukerta kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya pengabdian di tengah masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Bengkalis yang dibacakan Sekda Ersan Saputra, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyampaikan apresiasi kepada Universitas Riau yang kembali mempercayakan Negeri Junjungan sebagai lokasi pelaksanaan Kukerta Berdampak Tahun 2026.

"Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa peserta Kukerta serta rombongan Universitas Riau di Negeri Junjungan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Riau yang kembali mempercayakan Kabupaten Bengkalis sebagai lokasi pelaksanaan program Kukerta Berdampak Tahun 2026," ujar Ersan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan kreatif dan solusi inovatif untuk mendukung pembangunan desa.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membantu memetakan potensi daerah, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, perekonomian masyarakat, serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi.

"Mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong kemajuan masyarakat melalui pendekatan akademik yang inovatif dan aplikatif," katanya.

Ersan menjelaskan, Kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar di sektor perkebunan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengembangan sumber daya manusia. Namun, daerah ini juga masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti abrasi pantai, kebakaran hutan dan lahan, stunting, serta penyalahgunaan narkoba.

"Kami berharap mahasiswa Kukerta mampu memberikan kontribusi nyata melalui program-program edukatif dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga didorong berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya Melayu sebagai identitas daerah.

Ersan turut berpesan kepada seluruh peserta Kukerta agar menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat setempat, menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, serta melaksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang kembali menerima mahasiswa UNRI untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang merupakan alumni Universitas Riau dan dinilai memiliki perhatian besar terhadap perkembangan almamaternya.

"Kami siap berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung pembangunan Kabupaten Bengkalis. Apalagi Ibu Bupati merupakan alumni UNRI yang selalu memberikan perhatian kepada kampus. Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat," ujar Sri Indarti.

Melalui program Kukerta Berdampak UNRI Membangun Kampung Tahun 2026, sebanyak 485 mahasiswa akan ditempatkan di berbagai desa di Kabupaten Bengkalis untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Inf)

Laporan : Elvia



Riau Zona

BACA JUGA: