Angka Kekerasan Anak di Riau Masih Tinggi, Kasus Seksual Terbanyak

  • Eka
  • Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:22 WIB
Angka Kekerasan Anak di Riau Masih Tinggi, Kasus Seksual Terbanyak

PEKANBARU, RZ — Kekerasan seksual menjadi jenis kekerasan yang paling banyak tercatat dalam kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Riau selama periode 2023-2025. Dari total 2.665 kasus kekerasan terhadap anak yang tercatat dalam tiga tahun tersebut, sebanyak 1.691 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau menunjukkan, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Riau mencapai 833 kasus pada 2023, kemudian meningkat menjadi 951 kasus pada 2024, sebelum turun menjadi 881 kasus pada 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau Fariza melalui Kasi Pengaduan Hendri Samantha mengatakan, kasus kekerasan seksual menjadi kategori yang paling dominan setiap tahunnya.

“Tahun 2023 kekerasan seksual tercatat sebanyak 572 kasus. Tahun 2024 juga 572 kasus, sedangkan pada tahun 2025 sebanyak 547 kasus,” kata Hendri, Selasa (11/8/2026).

Jika dihitung secara keseluruhan, kasus kekerasan seksual mencapai sekitar 63 persen dari total kasus kekerasan terhadap anak yang tercatat selama 2023-2025.

Selain kekerasan seksual, kategori kekerasan lainnya juga masih ditemukan dalam jumlah cukup tinggi. Pada 2023 tercatat 135 kasus kekerasan fisik, 197 kasus psikis, 13 kasus eksploitasi, 36 kasus penelantaran, empat kasus trafiking dan 168 kasus kategori lainnya.

Kemudian pada 2024, terdapat 142 kasus kekerasan fisik, 193 kasus psikis, 14 kasus eksploitasi, 72 kasus penelantaran, sembilan kasus trafiking dan 77 kasus lainnya.

Sementara pada 2025, kekerasan fisik tercatat sebanyak 131 kasus, psikis 169 kasus, eksploitasi 34 kasus, penelantaran 60 kasus, trafiking empat kasus dan kategori lainnya sebanyak 198 kasus.

Secara tahunan, data menunjukkan kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan dari 833 kasus pada 2023 menjadi 951 kasus pada 2024. Jumlah tersebut kemudian menurun menjadi 881 kasus pada 2025.

Hendri mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau. Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan untuk menekan angka kekerasan terhadap anak.

Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi yang menyasar berbagai kelompok, mulai dari siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi serta masyarakat umum.

Selain pencegahan, pemerintah juga memberikan sejumlah layanan kepada korban, antara lain pendampingan psikologis, asesmen, mediasi, penjangkauan, rehabilitasi sosial, pendampingan korban disabilitas, pemberdayaan ekonomi hingga pemulihan spiritual.

“Kami juga melakukan pendampingan psikologi, asesmen, mediasi, penjangkauan, rehabilitasi sosial, pendampingan korban disabilitas, pemberdayaan ekonomi dan pemulihan spiritual,” ujarnya.

Dengan dominannya kasus kekerasan seksual dalam data tiga tahun terakhir, penanganan dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya perlindungan anak di Provinsi Riau.***



Riau Zona

BACA JUGA: