Pemberdayaan PKK Lokapaksa: Diversifikasi Olahan Ikan sebagai Upaya Cegah Stunting
- Eka
- Sabtu, 09 Agustus 2025 - 17:16 WIB
BULELENG , RZ– Mahasiswa KKN Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Udayana Mengabdi (PUM), sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar daerah pesisir dengan potensi perikanan tinggi. Kali ini, kegiatan PUM dilaksanakan di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, dengan tema “Pemberdayaan PKK dalam Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan untuk Mendukung Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga”.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 2 Agustus 2025 ini disambut antusias oleh lebih dari 50 peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lokapaksa, Bapak Putu Dodik Tryana, perangkat desa, ibu-ibu PKK, dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan teknis kegiatan. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan program ini dan berharap agar kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung potensi lokal, terutama dalam sektor perikanan dan pemberdayaan perempuan desa.
Sesi pelatihan dibuka dengan pemaparan materi oleh Bapak I Wayan Darya Kartika, S.Pi., M.Si., yang memperkenalkan pemanfaatan daun kelor sebagai pewarna alami dalam produk olahan perikanan. Ia menjelaskan bahwa daun kelor, yang tumbuh subur di lingkungan Desa Lokapaksa, memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan dapat digunakan untuk memperkaya nutrisi pada makanan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak. Inovasi pemanfaatan bahan lokal ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan produk makanan sehat dan bernilai jual.
Selanjutnya, Ibu Ade Rizky Sartika, S.Pd., memandu pelatihan praktis pembuatan produk olahan berbasis ikan seperti bakso ikan, nugget ikan, tahu ikan, dan panada. Produk-produk tersebut dirancang agar dapat diproduksi dengan peralatan rumah tangga sederhana, sehingga memudahkan ibu-ibu PKK untuk mengimplementasikannya sebagai usaha rumahan. Selain kaya gizi, produk ini juga memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dipasarkan dalam berbagai skala, baik lokal maupun digital.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan aspek bisnis. Tim pengabdi membantu peserta dalam membangun merek dagang (branding), merancang kemasan produk yang menarik dan higienis, serta memperkenalkan strategi pemasaran digital seperti pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce. Beberapa peserta bahkan telah berhasil merancang prototype label produk mereka sendiri dengan antusias.
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah sesi demonstrasi langsung dan praktik bersama, di mana para ibu PKK menunjukkan semangat tinggi dalam mencoba resep baru, bertanya aktif, dan saling berbagi pengalaman. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana edukatif yang hangat dan penuh kolaborasi.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdi menyusun rencana pendampingan jangka panjang, meliputi fasilitasi akses permodalan, pendampingan legalitas usaha mikro, monitoring perkembangan usaha, hingga evaluasi berkala. Harapannya, akan terbentuk kelompok usaha perempuan berbasis olahan hasil perikanan yang tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan keluarga, namun juga memperkuat peran perempuan sebagai pendorong ekonomi desa.
Program Udayana Mengabdi di Desa Lokapaksa menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan pemberdayaan dan pelatihan praktis, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, mendukung upaya pencegahan stunting, serta menciptakan desa mandiri yang tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.***
Laporan : Saiful
TAGS:
Nasional





