Karhutla Riau Tersisa Hanya di Bengkalis, Total 182 Hotspot
- Redaksi
- Minggu, 05 April 2026 - 18:28 WIB
BENGKALIS, RZ - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kini menyisakan titik api di Kabupaten Bengkalis. Tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak kembali meluas ke wilayah lain.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, serta masyarakat peduli api. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam menekan penyebaran karhutla di sejumlah daerah sebelumnya.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), dan Kota Dumai. Namun, seluruh titik api di wilayah tersebut kini telah berhasil dipadamkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, M Edy Afrizal, menyebutkan bahwa saat ini karhutla terpusat di Bengkalis. Ia menegaskan kondisi di daerah lain sudah relatif terkendali.
“Karhutla saat ini hanya tinggal di Bengkalis,” ujar Edy Afrizal, Ahad (5/4/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, terdapat ratusan titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Riau. Seluruhnya terkonsentrasi di Kabupaten Bengkalis.
“Provinsi Riau dilaporkan terdapat 182 titik hotspot, dan semuanya berada di Bengkalis,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, titik api yang teridentifikasi sebagai karhutla berada di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat. Salah satu lokasi yang masih aktif adalah di Desa Titi Akar.
“Yang terpantau berada di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat, tepatnya di Desa Titi Akar,” sebutnya.
Untuk mengatasi kondisi ini, berbagai langkah intensif terus dilakukan. Selain pemadaman darat, tim juga mengandalkan dukungan udara melalui water bombing.
Tidak hanya itu, upaya pencegahan turut diperkuat dengan pengerahan alat berat guna membuat sekat bakar dan embung. Langkah ini bertujuan untuk membatasi pergerakan api di lahan rawan terbakar.
“Pengerahan personel gabungan terus dilakukan, termasuk penggunaan helikopter untuk water bombing,” paparnya.
Selain pemadaman langsung, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus digencarkan. Hingga saat ini, sebanyak 14 ton garam telah disemai untuk memicu hujan buatan di wilayah terdampak.
“OMC masih terus dilakukan, bahkan hingga malam hari ketika ada awan potensial. Sudah 14 ton garam yang disemai,” tutupnya.(ka)
Laporan : Elvia
TAGS:



